Pemuda
hari ini adalah pemimpin masa depan. Saya kira kita semua tak asing dengan
pernyataan ini. Selain itu, adanya pula sebuah pernyataan bahwa masa depan
terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa
datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Hal tersebutlah yang
menjadi barometer dan standarisasi dalam pembinaan dan mendidik generasi muda
untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Bagaimanapun
peran serta pemuda bagi bangsa, sudah sangat penting. Upaya pemuda merupakan
salah satu bukti bahwa pemuda adalah age perubahan bangsa. Banyak orang
menganggap bahwa pemuda adalah calon-calon pemimpin yang memiliki pemikiran
yang cerdas. Namun jika dikaitkan dalam kebangkitan islam, apakah pemuda juga
berpengaruh? Ya, itu sudah sangat pasti.
Selain pertanyaan itu, pertanyaan
yang lain pun muncul, Pemuda pemegang nyawa kebangkitan islam? Mungkinkah?
Pertanyaan bernada pesimis itu akan selalu dipertanyakan tatkala menjunjung
tinggi ajakan orang-orang terhadap pemuda akan kebangkitan islam. Selama ini,
seolah-olah islam dikira sebagai kebutuhan yang minim dan hanya sebatas
keyakinan atau kepercayaan saja seperti halnya makanan yang sudah basi yang
penting sudah diketahui bahwa itu adalah makanan, dan entah mengapa sering
dipandang aneh jika dikait-kaitkan dengan generasi muda. Padahal dari zaman
nabi sampai zaman modern sekarang ini ketika berbicara tentang islam, sudah
tidak asing lagi diperbincangkan oleh semua kalangan, tanpa batas sosial, jenis
kelamin atau pun usia.
Seiring berkembangnya zaman atau yang lebih kita kenal
dengan zaman globalisasi, rasa kemauan untuk membangkitkan islam di kalangan
generasi muda ini semakin memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap para
generasi muda dalam memaknai berbagai hal penting dalam islam. Dapat kita
ketahui bahwa dalam kehidupan bermasyarakat telah memudarnya sikap kesadaran
akan kebangkitan dan kejayaan islam. Jati diri bangsa indonesia ini sebagai
bangsa yang masyarakatnya merupakan pendominasi agama islam yang kian memudar
ditengah modernsasi membuat identitas bangsa semakin merosot. Di kalangan
generasi muda, kesadaran akan pentingnya peran mereka terhadap kebangkitan
islam juga kian tidak dipedulikan lagi.
Sekarang
ini generasi muda indonesia telah mengalami krisis kebangsaan. Hal itu dapat
dibuktikan dengan banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku yang tidak
sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Sekarang ini banyak generasi muda yang tidak
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita lihat saja, sekarang ini banyak
pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh agamanya dan syariah Islam.
Mereka hanya berstatus sebagai islam tanpa menyadarinya dalam artian
mengerjakan amalan-amalan ibadah yang dapat membuatnya bahagia baik di dunia
maupun di akhirat nanti. Artinya, pemuda pemudi itu bisa dikatakan islam KTP.
Berkaitan dengan hal tersebut maka,
sungguh sangat berpedoman bila diawali dengan mengetahui makna kebangkitan
islam, bahwa sebenarnya sudah banyak dipaparkan dalam al-Quran. Misalnya, dalam
al-Quran Surat Al-Maidah ayat 54. Disitu disebutkan ciri-ciri satu kaum yang
dijanjikan Allah yang akan meraih kemenangan: mereka dicintai Allah dan mereka
mencintai Allah; mereka saling mengasihi sesama mukmin; mereka memiliki sikap
‘izzah terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah, dan mereka
tidak takut dengan celaan orang-orang yang memang suka mencela.
Untuk
itu, semangat pemuda dalam membangkitkan islam seperti inilah yang harus mampu
direalisasikan oleh para pemuda itu sendiri. Untuk itu, sudah sangat jelas
bahwa peran pemuda akan kebangkitan islam sangat dibutuhkan. Artinya,
kebangkitan islam berada di tangan pemuda sebagai yang mendominasi sebuah
negara ini dan dapat diwujudkan oleh para pemuda sebagai bagian dari iman.
Sebenarnya, banyak sekali keuntungan
yang di dapatkan oleh pemuda dalam usaha membangkitkan islam diantaranya: hidupnya
akan tenang, imannya akan bertambah kepada sang khaliq yaitu Allah swt.,
menciptakan kepedulian terhadap sesama, dan lebih lagi mendapatkan amal sebagai
ibadah yang dilakukannya tersebut serta masih banyak lagi. Selain itu, dengan
kebangkitan islam pula, pemuda terutama yang beragama islam dapat hidup dengan
rukun dengan sesamanya dan terhindar dari hal-hal aneh karena, seperti realita
sekarang banyak pemuda yang selalu menginginkan terjadinya massa berupa demo,
bentrok antar sesama, dan lain-lain serta ada juga yang melakukan
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh islam yang penyebabnya karena iman masih
lemah.
Adapun
pertanyaan yang aneh yang penulis kutip sendiri terdengar dengan sengaja bahwa
“tanpa pemuda pun, islam bisa saja bangkit dan berjaya, bukankah masih ada
orang tua”, pernyataan berupa sindiran terhadap pemuda tersebut sungguh
keterlaluan, bagaimana bisa coba?, itu sudah tidak mungkin. pemuda dalam tubuh
umat adalah sumber kekuatannya, pembuat kemuliaannya, arsitek kehidupannya,
tanda menuju masa depannya, karena mereka memiliki potensi dan kekuatan,
memiliki banyak waktu dan keinginan. Pemuda yang memiliki kesempatan besar
untuk mendapatkan pekerjaan dan amal yang sesuai keinginan mereka, ketika para
pemilik ide dan hikmah di dalam tubuh umat memiliki proyek reformasi yang
jujur, benar dan sesuai dengan aqidah umat, sejarahnya dan peradabannya, mereka
selalu menghadirkan para pemuda; karena mereka akan terdorong dengan penuh
semangat untuk mengemban amanah ini dan berjalan dengannya menuju realisasi dan
kejayaan.
Buktinya, Ibnu
Abbas mengabarkan kepada kita bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda pada saat perang Badar:
مَنْ فَعَلَ كَذَا وَكَذَا وَأَتَى
مَكَانَ كَذَا وَكَذَا فَلَهُ كَذَا وَكَذَا”، فَتَسَارَعَ إِلَيْهِ الشُّبَّانُ،
وَثَبَتَ الشُّيُوخُ عِنْدَ الرَّايَاتِ
“Barangsiapa yang melakukan
ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan
ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para
senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera…(H.R. Nasa’I dan Baihaqi)
Ibnu Abbas
berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan
kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat
di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:
قَالُوا
سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
“Mereka berkata: Kami dengar
ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”.
(Q.S. Al-Anbiya:60)
dan firman Allah:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آَمَنُوا
بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda
yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”.
(Q.S. Al-Kahfi:13)
Berkenaan
dengan bukti tentang pentingnya pemuda dalam mewujudkan kebangkitan dan
kejayaan islam tersebut, sudah sangat jelas menerangkan kepada kita bahwa,
pemuda adalah kunci kebangkitan islam, pemuda adalah seseorang yang sangat
berpengaruh dalam hal perubahan dari yang kurang menjadi sempurna, pemuda
adalah segala-galanya, dan nyawa kebangkitan islam tergantung pada nyawa sang
pemuda.
Selain itu,
yang tak kalah pentingnya adalah kita harus mengetahui ungkapan seorang bijak
bestari bahwa “Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang mampu membantu
memecahkan kesulitan mereka yang dipimpin serta mampu mempersiapkan calon atau
kader pemimpin yang nanti akan menggantikannya (pemuda).”
Figur
pemimpin seperti inilah yang layak direvitalisasi kembali dengan baik dan benar
khususnya bagi kaum muda, karena merekalah yang akan menjadi teladan yang konkrit
bagi masyarakat kontemporer dalam mewujudkan masyarakat berperadaban atau yang
kita kenal dengan istilah madani - islami. Tanpa campur tangan pemuda,
kebangkitan islam di bangsa indonesia sudah sangat minim atau bisa dikatakan
itu mustahil. Sebenarnya, bisa dengan bantuan Allah swt. karena bagi-Nya tidak
ada yang Mustahil di muka bumi ini, namun berbicara tentang gerak gerik pemuda
sekarang yang ajaran moralnya tentang islam sangat kurang, disertai rasa
kemalasan untuk mempelajarinya apalagi samaskali tidak mempunyai semangat untuk
membangkitkan islam sangat kurang, mana mungkin Allah swt. menurunkan
Rahmat-Nya tersebut kepada bangsa ini.
Padahal, bila
pemuda yang menetap di bangsa ini mempunyai kemauan yang besar, semangat yang
kuat, hati yang ikhlas, untuk membangun dan membangkitkan islam maka, apa yang
tidak bisa (Mustahil) untuk memenuhinya?, dan dimanakah penyebabnya lagi
sehingga Allah swt. tidak menrunkan Rahmat dan Keridhaan-Nya itu?
Keinginan
untuk memenuhi itu semua merupakan kebaikan tersendiri bagi pemuda. karena beramal
dan bergerak itu merupakan indikator kebaikan hidup bagi seorang pemuda islam.
Karena siapapun yang bergerak dan beramal akan mendatangkan rahmat dari ALLAH
SWT. berupa kemashlahatan dan kebaikan.
Adapun,
mungkin diantara kita bertanya bahwa dengan adanya kebaikan hidup yang memadai
kita ini, maka yang kita peroleh di dunia apa? Ya, sudah jelas kita bisa
terhindar dari bahaya syahawat dan bahaya syubuhat seperti terhindar dari
lembah sex bebas dan pergaulan bebas sejenis seperti lesbian dan homosex,
lembah narkoba dan obat-obat terlarang sejenis, lembah kekerasan dan
pelanggaran moral sejenis, serta lembah pemikiran sesat seperti terorisme,
skulerisme, liberalisme dan kesesatan sejenis.
Oleh karena
itu, sungguh diharapkannya peran penting pemuda di zaman sekarang ini untuk
mengembalikan masa kejayaan islam yang lalu pada zaman Rasulullah Muhammad Saw.
yang sempat copot beberapa tahun lamanya setelahnya sampai sekarang ini.
Jadi, Mari
melakukan pendekatan terhadap pemuda dan remaja melalui cara yang mereka suka.
Berbagai rezim telah dilalui, namun kebangkitan islam yang diinginkan oleh
seluruh masyarakat indonesia khususnya rakyat Indonesia yang beragama islam belum
dapat diwujudkan. Keinginan mendapatkan hal tersebut tetap terus bersemayam di
dalam dada setiap pejuang perubahan hingga kini. Mereka masih terus menuntut,
bergerak, berjuang dan melawan hingga tercapainya perubahan menuju kehidupan
yang lebih baik dengan pedoman Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad Saw.
Dalam hal ini yaitu terwujudnya islam yang sempurna.
Kita mengira
bahwa, hal tersebutlah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemuda yang
sedianya adalah para pemimpin di masa depan dalam mewujudkan perubahan yang
diinginkan bersama. Dalam hal ini, yaitu mendukung akan kebangkitan islam
selama-lamanya.
Oleh karena
itu, Sadarkan mereka bahwa dengan adanya peran pemuda islam juga bisa
mendekatkan diri pada ALLAH SWT. dan dengan peran dakwah pemuda islam inilah
terhadap masyarakat yang kurang akan pengetahuannya tentang islam yang akan
membukakan jalan ke surga dengan pintu yang terbuka lebar. Dengan pengertian
dan bimbingan yang benar, Selalu tegar dan tidak pernah gentar dalam menebarkan
nilai kebenaran dan kebaikan kepada mereka.
DAFTAR
PUSTAKA
Hatta Syamsuddin. 2011.
Pemuda Dan Kebangkitan Islam. Surakarta: Data Media
Harakatuna. 2009.
Peran
Pemuda Sebagai Agen Kebangkitan Umat. Bandung: Data Media
Abdulloh Hadi Sasmito.
2011. Peran Pemuda Dalam Peradaban Islam. Mojokerto: Data Media
Ali Musri Semjan Putra.
2012. Pesan-Pesan Islam Kepada Generasi Muda. Jakarta: Data Media (Tabligh
Akbar)
LUAR BIASAAAA
BalasHapus