Jumat, 05 Mei 2017

PENTINGNYA PEMUDA DALAM MEWUJUDKAN KEBANGKITAN ISLAM



Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Saya kira kita semua tak asing dengan pernyataan ini. Selain itu, adanya pula sebuah pernyataan bahwa masa depan terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Hal tersebutlah yang menjadi barometer dan standarisasi dalam pembinaan dan mendidik generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Bagaimanapun peran serta pemuda bagi bangsa, sudah sangat penting. Upaya pemuda merupakan salah satu bukti bahwa pemuda adalah age perubahan bangsa. Banyak orang menganggap bahwa pemuda adalah calon-calon pemimpin yang memiliki pemikiran yang cerdas. Namun jika dikaitkan dalam kebangkitan islam, apakah pemuda juga berpengaruh? Ya, itu sudah sangat pasti.
            Selain pertanyaan itu, pertanyaan yang lain pun muncul, Pemuda pemegang nyawa kebangkitan islam? Mungkinkah? Pertanyaan bernada pesimis itu akan selalu dipertanyakan tatkala menjunjung tinggi ajakan orang-orang terhadap pemuda akan kebangkitan islam. Selama ini, seolah-olah islam dikira sebagai kebutuhan yang minim dan hanya sebatas keyakinan atau kepercayaan saja seperti halnya makanan yang sudah basi yang penting sudah diketahui bahwa itu adalah makanan, dan entah mengapa sering dipandang aneh jika dikait-kaitkan dengan generasi muda. Padahal dari zaman nabi sampai zaman modern sekarang ini ketika berbicara tentang islam, sudah tidak asing lagi diperbincangkan oleh semua kalangan, tanpa batas sosial, jenis kelamin atau pun usia.
            Seiring berkembangnya zaman atau yang lebih kita kenal dengan zaman globalisasi, rasa kemauan untuk membangkitkan islam di kalangan generasi muda ini semakin memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap para generasi muda dalam memaknai berbagai hal penting dalam islam. Dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan bermasyarakat telah memudarnya sikap kesadaran akan kebangkitan dan kejayaan islam. Jati diri bangsa indonesia ini sebagai bangsa yang masyarakatnya merupakan pendominasi agama islam yang kian memudar ditengah modernsasi membuat identitas bangsa semakin merosot. Di kalangan generasi muda, kesadaran akan pentingnya peran mereka terhadap kebangkitan islam juga kian tidak dipedulikan lagi.
Sekarang ini generasi muda indonesia telah mengalami krisis kebangsaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita lihat saja, sekarang ini banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh agamanya dan syariah Islam. Mereka hanya berstatus sebagai islam tanpa menyadarinya dalam artian mengerjakan amalan-amalan ibadah yang dapat membuatnya bahagia baik di dunia maupun di akhirat nanti. Artinya, pemuda pemudi itu bisa dikatakan islam KTP.
            Berkaitan dengan hal tersebut maka, sungguh sangat berpedoman bila diawali dengan mengetahui makna kebangkitan islam, bahwa sebenarnya sudah banyak dipaparkan dalam al-Quran. Misalnya, dalam al-Quran Surat Al-Maidah ayat 54. Disitu disebutkan ciri-ciri satu kaum yang dijanjikan Allah yang akan meraih kemenangan: mereka dicintai Allah dan mereka mencintai Allah; mereka saling mengasihi sesama mukmin; mereka memiliki sikap ‘izzah terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah, dan mereka tidak takut dengan celaan orang-orang yang memang suka mencela.
Untuk itu, semangat pemuda dalam membangkitkan islam seperti inilah yang harus mampu direalisasikan oleh para pemuda itu sendiri. Untuk itu, sudah sangat jelas bahwa peran pemuda akan kebangkitan islam sangat dibutuhkan. Artinya, kebangkitan islam berada di tangan pemuda sebagai yang mendominasi sebuah negara ini dan dapat diwujudkan oleh para pemuda sebagai bagian dari iman.
            Sebenarnya, banyak sekali keuntungan yang di dapatkan oleh pemuda dalam usaha membangkitkan islam diantaranya: hidupnya akan tenang, imannya akan bertambah kepada sang khaliq yaitu Allah swt., menciptakan kepedulian terhadap sesama, dan lebih lagi mendapatkan amal sebagai ibadah yang dilakukannya tersebut serta masih banyak lagi. Selain itu, dengan kebangkitan islam pula, pemuda terutama yang beragama islam dapat hidup dengan rukun dengan sesamanya dan terhindar dari hal-hal aneh karena, seperti realita sekarang banyak pemuda yang selalu menginginkan terjadinya massa berupa demo, bentrok antar sesama, dan lain-lain serta ada juga yang melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh islam yang penyebabnya karena iman masih lemah.
Adapun pertanyaan yang aneh yang penulis kutip sendiri terdengar dengan sengaja bahwa “tanpa pemuda pun, islam bisa saja bangkit dan berjaya, bukankah masih ada orang tua”, pernyataan berupa sindiran terhadap pemuda tersebut sungguh keterlaluan, bagaimana bisa coba?, itu sudah tidak mungkin. pemuda dalam tubuh umat adalah sumber kekuatannya, pembuat kemuliaannya, arsitek kehidupannya, tanda menuju masa depannya, karena mereka memiliki potensi dan kekuatan, memiliki banyak waktu dan keinginan. Pemuda yang memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan dan amal yang sesuai keinginan mereka, ketika para pemilik ide dan hikmah di dalam tubuh umat memiliki proyek reformasi yang jujur, benar dan sesuai dengan aqidah umat, sejarahnya dan peradabannya, mereka selalu menghadirkan para pemuda; karena mereka akan terdorong dengan penuh semangat untuk mengemban amanah ini dan berjalan dengannya menuju realisasi dan kejayaan.
Buktinya, Ibnu Abbas mengabarkan kepada kita bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda pada saat perang Badar:
مَنْ فَعَلَ كَذَا وَكَذَا وَأَتَى مَكَانَ كَذَا وَكَذَا فَلَهُ كَذَا وَكَذَا”، فَتَسَارَعَ إِلَيْهِ الشُّبَّانُ، وَثَبَتَ الشُّيُوخُ عِنْدَ الرَّايَاتِ
“Barangsiapa yang melakukan ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera…(H.R. Nasa’I dan Baihaqi)
Ibnu Abbas berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:
قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
“Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (Q.S. Al-Anbiya:60)
dan firman Allah:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آَمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Q.S. Al-Kahfi:13)
            Berkenaan dengan bukti tentang pentingnya pemuda dalam mewujudkan kebangkitan dan kejayaan islam tersebut, sudah sangat jelas menerangkan kepada kita bahwa, pemuda adalah kunci kebangkitan islam, pemuda adalah seseorang yang sangat berpengaruh dalam hal perubahan dari yang kurang menjadi sempurna, pemuda adalah segala-galanya, dan nyawa kebangkitan islam tergantung pada nyawa sang pemuda.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah kita harus mengetahui ungkapan seorang bijak bestari bahwa “Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang mampu membantu memecahkan kesulitan mereka yang dipimpin serta mampu mempersiapkan calon atau kader pemimpin yang nanti akan menggantikannya (pemuda).”
Figur pemimpin seperti inilah yang layak direvitalisasi kembali dengan baik dan benar khususnya bagi kaum muda, karena merekalah yang akan menjadi teladan yang konkrit bagi masyarakat kontemporer dalam mewujudkan masyarakat berperadaban atau yang kita kenal dengan istilah madani - islami. Tanpa campur tangan pemuda, kebangkitan islam di bangsa indonesia sudah sangat minim atau bisa dikatakan itu mustahil. Sebenarnya, bisa dengan bantuan Allah swt. karena bagi-Nya tidak ada yang Mustahil di muka bumi ini, namun berbicara tentang gerak gerik pemuda sekarang yang ajaran moralnya tentang islam sangat kurang, disertai rasa kemalasan untuk mempelajarinya apalagi samaskali tidak mempunyai semangat untuk membangkitkan islam sangat kurang, mana mungkin Allah swt. menurunkan Rahmat-Nya tersebut kepada bangsa ini.
Padahal, bila pemuda yang menetap di bangsa ini mempunyai kemauan yang besar, semangat yang kuat, hati yang ikhlas, untuk membangun dan membangkitkan islam maka, apa yang tidak bisa (Mustahil) untuk memenuhinya?, dan dimanakah penyebabnya lagi sehingga Allah swt. tidak menrunkan Rahmat dan Keridhaan-Nya itu?
Keinginan untuk memenuhi itu semua merupakan kebaikan tersendiri bagi pemuda. karena beramal dan bergerak itu merupakan indikator kebaikan hidup bagi seorang pemuda islam. Karena siapapun yang bergerak dan beramal akan mendatangkan rahmat dari ALLAH SWT. berupa kemashlahatan dan kebaikan.
Adapun, mungkin diantara kita bertanya bahwa dengan adanya kebaikan hidup yang memadai kita ini, maka yang kita peroleh di dunia apa? Ya, sudah jelas kita bisa terhindar dari bahaya syahawat dan bahaya syubuhat seperti terhindar dari lembah sex bebas dan pergaulan bebas sejenis seperti lesbian dan homosex, lembah narkoba dan obat-obat terlarang sejenis, lembah kekerasan dan pelanggaran moral sejenis, serta lembah pemikiran sesat seperti terorisme, skulerisme, liberalisme dan kesesatan sejenis.
Oleh karena itu, sungguh diharapkannya peran penting pemuda di zaman sekarang ini untuk mengembalikan masa kejayaan islam yang lalu pada zaman Rasulullah Muhammad Saw. yang sempat copot beberapa tahun lamanya setelahnya sampai sekarang ini.
Jadi, Mari melakukan pendekatan terhadap pemuda dan remaja melalui cara yang mereka suka. Berbagai rezim telah dilalui, namun kebangkitan islam yang diinginkan oleh seluruh masyarakat indonesia khususnya rakyat Indonesia yang beragama islam belum dapat diwujudkan. Keinginan mendapatkan hal tersebut tetap terus bersemayam di dalam dada setiap pejuang perubahan hingga kini. Mereka masih terus menuntut, bergerak, berjuang dan melawan hingga tercapainya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dengan pedoman Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad Saw. Dalam hal ini yaitu terwujudnya islam yang sempurna.
Kita mengira bahwa, hal tersebutlah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemuda yang sedianya adalah para pemimpin di masa depan dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan bersama. Dalam hal ini, yaitu mendukung akan kebangkitan islam selama-lamanya.
Oleh karena itu, Sadarkan mereka bahwa dengan adanya peran pemuda islam juga bisa mendekatkan diri pada ALLAH SWT. dan dengan peran dakwah pemuda islam inilah terhadap masyarakat yang kurang akan pengetahuannya tentang islam yang akan membukakan jalan ke surga dengan pintu yang terbuka lebar. Dengan pengertian dan bimbingan yang benar, Selalu tegar dan tidak pernah gentar dalam menebarkan nilai kebenaran dan kebaikan kepada mereka.











DAFTAR PUSTAKA
Hatta Syamsuddin. 2011. Pemuda Dan Kebangkitan Islam. Surakarta: Data Media
Harakatuna. 2009. Peran Pemuda Sebagai Agen Kebangkitan Umat. Bandung: Data Media
Abdulloh Hadi Sasmito. 2011. Peran Pemuda Dalam Peradaban Islam. Mojokerto: Data Media
Ali Musri Semjan Putra. 2012. Pesan-Pesan Islam Kepada Generasi Muda. Jakarta: Data Media (Tabligh Akbar)

1 komentar: